• 31

    Dec

    Impianku Adalah Gubernur

    Jika Aku Menjadi Gubernur Gorontalo Gorontalo kini masih dalam tahapan PILKADA, karena memang belum usai sampai pada pelantikan, tapi sudahlah saya tidak perlu bicara PILKADA ya.. Saya selain sebagai pengkritik juga sebagai seorang pemimpi, dan salah satu mimpi saya adalah menjadi gubernur Gorontalo kelak. Apa saya terkesan aneh? Terserah apa tanggapan anda, yang terpenting adalah mimpi itu tidak menuai dosa, itu adalah hal yang sangat manusiawi. Kelak, jika saya menjadi gubernur dan memimpin ...
  • 8

    Jun

    Sesatnya Pemikiran Manusia Akhir Zaman

    Sesat adalah istilah lain dari kata “salah jalan” atau menyimpang dari kodrat yang ditetapkan. Sesaat tidak hanya dialamatkan kepada mereka yang menganut faham sesat atau yang lebih spesifik mereka yang mengajarkan aliran sesat. Sesat bukan hanya terletak pada pilihan keyakinan yang berbeda dengan keyakinan yang lain atau singkatnya sibut murtad. Bermula dari pemaknaan sesat yaitu tentang penyimpangan, banyak pertanyaan terus bermunculan, siapa-siapa pemikir sesat akhir zaman? Tidak baik kita menuduh, teroris adalah sesat, musyrikin adalah sesat dan sebagainya, itu memang benar, tetapi apakah manusia menyadari, bukankah pemikir sesat itu semakin banyak, lebih banyak dari mereka yang menyebarkan aliran sesat? Sesat pun tidak terletak pada tindakan, pikiran pun dapat tersesat se
  • 5

    Jun

    Menegur Pemimpin Yang Lupa

    Raja Kampung. Beruntunglah pemimpin-pemimpin Indonesia bukan pemimpin yang pelupa, lupa pada rakyat, lupa pada pembangunan, lupa pada kekuasaan, dan lebih penting lupa menimbun kekayaan karena ada kesempatan. Beruntunglah pemimpin Indonesia tidak mau melupakan jasa para pahlawan yang telah membangun negeri ini dari nol, dan beruntung pula pemimpin negeri tidak lupa memberi tanpa meminta kembali. Apa benar pemimpin dinegeri kita pelupa? yah pelupa rakyat yang menginginkan pengayomannya, pelupa terhadap janji kampanye politik? Mungkin tidak juga, keliru menuduh pemimpin adalah pelupa, dan terlalu bodoh menganggap setiap pemimpin lupa pada ja...
  • 28

    Apr

    Nasib Honorer...?

    Raja Kampung. Banyak kalangan yang mempertanyakan, bagaimana nasib honorer yang didata akhir tahun kemarin? Pasalnya, hingga kini belum ada kepastian dari pemerintah bagaimana kejelasan berkas mereka saat ini, apakah mereka sudah masuk dalam database atau belum dan harus menunggu sampai kapan. Kabarnya, pengalihan dari honorer/kontrak kedatabase ini terdiri dari dua kategori, kategori pertama adalah mereka yang berkasnya diduga tercecer pada saat pendataan database tahun 2005, dan kategori dua adalah mereka memasukkan berkasnya beberapa bulan lalu tepatnya selesai puasa tahun 2010. Hingga kini, kedua katergori itu belum ada informasi yang meyakinkan bagaimana nasib mereka. Apa harus terus menunggu hingga tua, atau hanya berakhir pada pendataan saja? Mungkin pemerintah tidak tidak membiark
  • 21

    Apr

    Menendang Kartini Yang Tak Pantas

    Raja Kampung. Aneh bin ajaib? Judul ini mungkin kedengaran aneh, bahkan tidak sedap didengar telinga, karena menyebut menendang kartini yang tak pantas. Sebenarnya bukan keanehan yang saya sampaikan, tetapi lebih dari pada keanehan seorang Kartini masa kini, yang melakukan aktifitas diluar kodrat kepantasan. Kata “menendang” bukan dikonotasikan dengan istilah negatif yang berbau kekerasan, tetapi istilah ini memiliki maknal halus yaitu menyingkirkan hal-hal yang negatif bagi para kartini masa kini. Seperti apa hal-hal negatif Kartini masa kini yang seharusnya ditendang? Sekali lagi saya tegaskan, kata mendendang \\\”tendang\\\” bukan berarti kekerasan, harap untuk tidak menanggap yang aneh bin ajaib. Apa dan mengapa disebut Kartini yang tak pantas? Kartini yang p
  • 20

    Apr

    Yang Tenar Mencari Ketenaran

    Raja Kampung : 20/04/2011. Saya sangat setuju dengan istilah “Yang Tenar Mencari Ketenaran”. Pertanyaannya, siapa mereka yang tenar mencari ketenaran? Apakah ketenaran itu perlu dicari sehingga ketenarannya akan bertahan, tak terkalahkan meski saat ini media disibukkan dengan artis pendatang baru Briptu Norman Kamaru? Para pencari tenar adalah mereka yang telah lama berkecimpung dimasyarakat secara luas, mereka adalah orang-orang yang menemukan gaya hidup diatas kesulitan orang lain, mereka adalah orang segalanya dibiayai oleh negara namun juga mengeruk harta negara yang disedut dari rakyat. Apakah tidak cukup bagi mereka ketenaran selama ini, mereka masih mencari ketenaran meski image buruk menimpa mereka? Bukankah menjadi pejabat publik mereka sudah tenar? Bukankah menjadi a
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post